Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Komponen Elektronika

Komponen elektronika adalah suatu benda yang digunakan pada suatu rangkaian elektronik yang memiliki lebih dari satu jenis komponen dan setiap komponennya memiliki fungsi yang berbeda-beda. Komponen-komponen tersebut disolder pada rangkaian elektronik berupa PCB, selain disolder komponen elektronika juga bisa dipasang pada Protoboard untuk tujuan pengujian suatu rangkaian elektronik.

Jenis-jenis Komponen Elektronika dan Fungsinya

Komponen elektronika terdiri dari komponen pasif dan komponen aktif yang memiliki fungsi diantaranya yaitu sebagai penghantar arus listrik, penghambat arus listrik, penyimpan muatan listrik, penyearah arus listrik dan penguat. Berikut ini adalah jenis dan fungsi komponen elektronika :

  • Resistor
  • Kapasitor
  • Induktor
  • Diode
  • Transistor
  • IC ( Integrated Circuit )

Resistor

Resistor adalah komponen elektronika pasif yang berfungsi sebagai penghambat arus listrik pada suatu rangkaian elektronik. Hambatan resistor biasa disebut dengan Resistansi, resistor memiliki satuan nilai resistansi yaitu Ohm (Ω), resistor memiliki nilai Ohm yang berbeda-beda. Untuk mengetahui nilai resistor dapat dilihat pada gelang warna pada resistor tersebut. Resistor juga memiliki berbagai jenis diantaranya sebagai berikut :

  • Resistor tetap, adalah resistor yang nilai resistasinya tetap.
  • Resistor variabel, adalah resistor yang nilai resistansinya dapat diatur sesuai keinginan. Ada tiga jenis resistor variabel diantaranya Potensiometer, Trimpot dan Rheostat.
  • Thermistor, adalah jenis resistor yang nilai resistansinya dapat berubah berdasarkan perubahan suhu. Ada dua jenis Thermistor yaitu PTC (Positive Temperature Coefficient)  dan NTC (Negative Temperature Coefficient)
  • LDR (Light Dependent Resistor), adalah jenis resistor yang nilai resistansinya dapat berubah berdasarkan intensitas cahaya.
Gambar jenis resistor


Kapasitor

Kapasitor atau biasa disebut juga dengan kondensator adalah suatu rangkaian elektronika pasif yang dapat menyimpan muatan listrik untuk sementara waktu. Besar atau kecilnya muatan listrik yang bisa disimpan pada kapasitor ditentukan berdasarkan nilai kapasitansinya, satuan dari kapasitansi kapasitor adalah Farad (F). Kapasitor memiliki beberapa jenis, jika dilihat berdasarkan nilai muatan kapasitasnya ada dua jenis kapasitor yaitu kapasitor yang nilai muatan kapasitasnya tetap dan kapasitor yang nilai muatan kapasitasnya variabel atau dapat diatur, jika dilihat berdasarkan polaritasnya ada dua jenis kapasitor yaitu kapasitor Nonpolar dan kapasitor Polar. Pada kapasitor nonpolar tidak memiliki kutub positif (+) dan kutub negatif (-), sedangkan pada kapasitor polar memiliki kutub positif (+) dan kutub negatif (-). Oleh karena itu dalam pemasangan kapasitor pada rangkaian elektronik, kapasitor nonpolar boleh dipasang bebas atau terbalik tanpa harus menyesuaikan kutubnya, sedangkan untuk pemasangan kapasitor polar tidak boleh terbalik dan harus menyesuiakan kutubnya positif (+) dan negatif (-).


Kapasitor Nonpolar

Kapasitor nonpolar termasuk kapasitor yang nilai muatan kapasitansinya tetap, jenis kapasitor nonpolar diantaranya sebagai berikut :

  • Kapasitor keramik
  • Kapasitor polyester
  • Kapasitor mika
  • Kapasitor film
  • Kapasitor kertas
Gambar jenis kapasitor nonpolar


Kapasitor Polar

Kapasitor polar termasuk kapasitor yang nilai muatan kapasitansinya tetap, jenis kapasitor polar diantaranya sebagai berikut :

  • Kapasitor elektrolit
  • Kapasitor tantalum
Gambar jenis kapasitor polar

Kapasitor Variabel

Kapasitor variabel adalah kapasitor yang nilai kapasitansinya dapat diatur sesuai keinginan. Kapasitor variabel memiliki dua jenis, yaitu kapasitor variabel jenis Varco (Variable Condensator) dan jenis Trimmer, kapasitor variabel pada umumnya banyak digunakan pada perangkat elektronik radio yang berfungsi untuk mengubah frekuensi pada pemancar atau pesawat radio.

Gambar jenis kapasitor variabel


Induktor

Induktor adalah komponen elektronika pasif yang berfungsi sebagai penyimpan energi pada medan magnet. Kemampuan induktor dalam menyimpan energi ditentukan berdasarkan induktansinya, satuan induktansi adalah Henry (H). Induktor biasa disebut juga dengan istilah Koil yaitu sebuah kawat yang dililit menjadi kumparan, jika kumparan kawat tersebut dialiri arus listrik maka akan menimbulkan medan magnet. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi nilai induktansi pada induktor diantaranya sebagai berikut :

  • Diameter kawat, semakin besar diameter kawat pada induktor maka semakin tinggi juga nilai induktansinya.
  • Jumlah lilitan kawat, semakin banyak jumlah lilitan kawat pada induktor maka semakin tinggi juga nilai induktansinya.
  • Ukuran panjang induktor, semakin pendek ukuran induktor maka nilai induktansinya semakin tinggi.
  • Permeabilitas inti induktor, adalah material yang digunakan pada inti induktor yaitu besi, ferit dan udara.

Jenis-jenis Induktor

Induktor terbagi dalam beberapa jenis berdasarkan bentuk dan inti induktor adalah sebagai berikut :

  • Iron Core Inductor, jenis induktor yang menggunakan material besi sebagai intinya.
  • Ferrite Core Inductor, jenis induktor yang menggunakan material ferit sebagai intinya.
  • Air Core Inductor, jenis induktor yang menggunakan udara sebagai intinya.
  • Torroidal Core Inductor, jenis induktor ini bisa menggunakan besi dan ferit sebagai intinya, yang membedakan induktor torroidal adalah intinya berbentuk lingkarang seperti donat.
  • Laminated Core Inductor, jenis induktor ini menggunakan inti yang terdiri dari lempengan logam besi yang disusun secara berlapis, dan setiap lapisan disekat dengan bahan isolator.
  • Variable Inductor, adalah induktor yang nilai induktansinya dapat diatur sesuai keinginan, jenis induktor ini umumnya menggunakan ferit sebagai intinya, inti tersebut dapat diputar sehingga akan mempengaruhi nilai induktansinya.
Gambar jenis induktor

Diode

Diode adalah kompoenan elektronika aktif dan termasuk dalam kategori komponen semikonduktor yang berfungsi sebagai penghantar dan penghambat arus listrik. Diode memiliki dua kutub pin elektrode yaitu anode (+) dan katode (-). Pada umumnya diode  disebut sebagai komponen penyearah arus listrik. Karena arus listrik dapat mengalir dari kutub anode (+) ke katode (-). Artinya arus listrik hanya bisa mengalir satu arah. Dan sebaliknya arus listrik tidak dapat mengalir dari kutub katode (-) ke anode (+), artinya arus listrik tidak dapat mengalir atau terhambat.

Jenis-jenis Diode

Diode memiliki beberapa jenis berdasarkan fungsinya sebagai berikut :

  • Diode Penyearah, diode ini berfungsi sebagai penyearah arus listrik.
  • Diode Zener, diode ini berfungsi sebagai pembatas dan penstabil tegangan. 
  • Photodiode ( Diode Foto), diode ini berfungsi sebagai sensor cahaya, prinsipnya yaitu mengubah cahaya menjadi arus listrik.
  • LED (Light Emitting Diode), diode ini berfungsi sebagai lampu indikator atau lampu penerangan, prinsipnya yaitu mengubah arus listrik menjadi cahaya. 
  • Diode Schottky, diode ini berfungsi sebagai pengendali atau saklar elektronik berkecepatan tinggi, dengan konsumsi tegangan yang lebih rendah dari diode penyearah
Gambar jenis dioda

Transistor 

Transistor adalah komponen elektrornika aktif dan termasuk dalam kategori komponen semikonduktor yang berfungsi sebagai penguat, osilator, modulasi sinyal dan saklar elektronik. Pada rangkaian analog, transistor banyak digunakan sebagai amplifier atau penguat sinyal, contohnya seperti pengeras suara, penguat sinyal radio dan sebagai penstabil tegangan pada power supply. Sedangkan pada rangkaian digital transistor digunakan sebagai saklar elektronik dan dengan rangkaian transistor yang kompleks transistor juga dapat difungsikan sebagai gerbang logika (logic gate) dan fungsi-fungsi yang terdapat pada IC (Integrated Circuit). 

Gambar jenis transistor

 

 

Jenis-jenis Transistor

Transistor secara umum dibagi menjadi dua jenis yaitu Bipolar Junction Transistor (BJT) dan  Field Effect Transistor (FET).

  • Bipolar Junction Transistor (BJT) atau biasa disebut dengan transistor bipolar memiliki dua jenis yaitu transistor  PNP dan transistor NPN. Transistor bipolar memiliki tiga pin elektrode yaitu Base (B), Collector (C) dan Emiter (E). Pada prinsipnya jenis transistor PNP jika pin Base diberikan arus negatif maka arus akan mengalir dari pin Emiter ke pin Collector, sedangkan pada transistor NPN jika pin Base diberikan arus positif maka arus akan mengalir dari pin Collector ke pin Emitter.
  • Field Effect Transistor (FET) atau biasa disebut dengan transistor efek medan memiliki tiga jenis yaitu Junction Field Effect Transistor (JFET ), Metal Oxide Semiconductor Field Effect Transistor (MOSFET), Unijunction Transistor (UJT). Transistor FET sama dengan transistor bipolar yang memiliki tiga pin elektrode tetapi memiliki nama yang berbeda yaitu Gate (G), Drain (D) dan Source (S). Pada prinsipnya pin Gate (G) untuk mengendalikan tegangan dan arus yang mengalir dari pin Source (S) ke pin Drain (D).
Gambar simbol transistor


IC (Integrated Circuit )

Integrated Circuit atau disingkat dengan IC adalah komponen elektronika aktif dan termasuk dalam kategori komponen semikonduktor. Dimana di dalamnya terdapat ribuan bahkan sampai jutaan gabungan transistor, diode, resistor dan kapasitor yang diintegrasikan menjadi satu rangkaian elektronik dan dikemas dalam bentuk chip kecil. IC pada umumnya banyak digunakan pada perangkat elektronik, dengan menggunakan IC perangkat elektronik bisa dibuat dengan ukuran yang kecil dan efisien. Sebelum ditemukannya IC perangkat elektronik menggunakan Tabung Vacum yang memiliki ukuran cukup besar, mudah panas, rantang rusak dan mengkonsumsi daya listrik yang besar, kemudian tabung vakum digantikan dengan transistor yang ukurannya lebih kecil, akan tetapi untuk membuat rangkaian elektronik yang kompleks membutuhkan banyak transistor sehingga perangkat elektronik yang dihasilkan pun lebih besar.  

Gambar jenis IC


Fungsi IC Berdasarkan Aplikasinya

Berdasarkan aplikasi IC terbagi menajdi tiga jenis yaitu IC Digital, IC Analog dan IC Mixed (IC Campuran).

IC Digital 

IC digital pada dasarnya adalah rangkain switching yang bekerja pada sinyal digital, dimana tegangan masukan  dan keluarannya hanya mempunya dua level yaitu (tinggi dan rendah) atau dilambangkan dalam kode Binary adalah  (0 dan 1). IC digital berfungsi sebagai Mikrokontroler, Kalkulator, Timer, Counter, Flip-flop, Logic gate, Multiplexer, Mikroprosesor, Memory dan Clock.


IC Analog

IC analog atau biasa disebut juga dengan IC linier yang bekerja pada sinyal analog. IC analog befungsi sebagai penguat daya, penguat sinyal, Multiplier dan Op-Amp (Operational Amplifier).


IC Mixed (IC Campuran)

IC Mixed adalah IC yang didalamnya terdapat IC Digital dan IC Analog yang digabungkan menjadi satu IC. IC mixed berfungsi mengkonversi sinyal ADC ( Analog to Digital Converter) dan sebaliknya DAC ( Digital to Analog Converter).

 

 

 

 

 

 

 

Posting Komentar untuk "Komponen Elektronika"